
Jragung, 23 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim IDBU-25 dari Universitas Diponegoro mengoptimalkan pemanfaatan jagung lokal melalui inovasi Dimsum Jagung sebagai bagian dari Program Multidisiplin 1 di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendorong diversifikasi pangan lokal dan meningkatkan pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Program yang mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Jagung Lokal melalui Inovasi Dimsum Jagung sebagai Upaya Mendukung Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga” dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat setempat, khususnya ibu rumah tangga dan kader Posyandu di wilayah Dusun Karanggondang. Kegiatan dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan inovasi olahan jagung, tetapi juga untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya diversifikasi pangan dan penerapan konsep Isi Piringku dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama perangkat desa dan masyarakat setempat, meliputi kepala desa, Ketua RW Dusun Karanggondang, kader Posyandu, serta ibu rumah tangga. Koordinasi dilakukan untuk menentukan waktu pelaksanaan, sasaran kegiatan, dan persiapan peserta. Setelah itu, mahasiswa menyiapkan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berupa materi presentasi, poster, buku saku, serta kartu resep praktis pembuatan dimsum jagung.



Sebagai mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Sri Nina Emia br Tarigan berperan dalam aspek edukasi kesehatan dan gizi melalui penyusunan media KIE serta penyampaian materi mengenai diversifikasi pangan lokal dan penerapan konsep Isi Piringku. Selain itu, dilakukan pengukuran pengetahuan peserta melalui pre–test dan post–test untuk mengetahui perubahan pemahaman setelah kegiatan edukasi.

Penyerahan QR code Tutorial Pembuatan Dimsum Jagung Kepada Perangkat Desa dan Kader Posyandu
Untuk mendukung keberlanjutan edukasi, mahasiswa juga menyediakan QR code tutorial proses pembuatan dimsum jagung yang ditempelkan di balai desa dan dibagikan kepada kader kesehatan di setiap Posyandu Dusun Karanggondang. Dengan adanya akses tersebut, masyarakat dapat kembali melihat tahapan pembuatan Dimsum Jagung secara mandiri sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat terus dimanfaatkan.
Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 2: Zero Hunger, khususnya melalui upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal dan diversifikasi sumber pangan di tingkat rumah tangga. Selain itu, aspek edukasi mengenai gizi seimbang turut mendukung SDG 3: Good Health and Well–Being melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pola konsumsi pangan yang lebih beragam dan bergizi.
Keberadaan kartu resep dan tutorial QR Code diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Inovasi Dimsum Jagung juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan demonstrasi, tetapi dapat menjadi salah satu alternatif pengolahan pangan lokal yang dapat diterapkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan produk pangan lokal Desa Jragung.
Penulis
Sri Nina Emia br Tarigan
Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro
