
Jragung, 23 Juli 2026 — Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa poin ke-2 mengenai Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) dan Penguatan Gizi Seimbang, Tim KKNT IDBU 25 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan “Edukasi Pemanfaatan Jagung sebagai Sumber Karbohidrat dan Daging Ayam sebagai Sumber Protein Hewani dalam Formulasi Inovasi Dimsum Jagung”. Kegiatan yang berlangsung di Dusun Karanggondang, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak ini menyasar masyarakat umum, khususnya ibu-ibu di lingkungan RW 04 dan RW 10 pada Kamis, 23 Juli 2026, sebagai bentuk inovasi olahan pangan lokal penunjang gizi keluarga.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pengerjaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal warga, kemudian dilanjutkan dengan penayangan video tutorial. Suasana semakin hidup saat memasuki sesi demonstrasi masak secara interaktif, di mana warga diajak praktik langsung mulai dari membuat adonan, membentuk, hingga mengukus dimsum. Sepanjang sesi demonstrasi berlangsung, dipaparkan pula secara langsung materi keilmuan mengenai kriteria pemilihan produk ternak berkualitas berbasis prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta teknik penanganan daging ayam paha fillet agar emulsi olahan tetap higienis dan memiliki tekstur yang kenyal serta gurih.
Para audiens sangat antusias untuk berpartisipasi aktif dari awal hingga akhir acara, baik saat berdiskusi mengenali ciri daging ayam segar maupun ketika mempraktikkan pembuatan adonan dimsum. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi edukasi kandungan gizi, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), strategi pengemasan serta pemasaran produk guna mendorong kemandirian ekonomi warga, dan diakhiri dengan posttest.

Salah satu perwakilan warga RW 04 Dusun Karanggondang menyampaikan apresiasinya atas pelatihan ini, “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar cara mengolah jagung desa dan daging ayam jadi dimsum modern, tapi juga lengkap sampai diajari hitung HPP dan pemasarannya,” ungkapnya.
Melalui pelatihan formulasi inovasi pangan ini, Tim KKN berharap masyarakat Dusun Karanggondang dapat menerapkan ilmu pengolahan bahan pangan asal pertanian dan ternak ini secara berkelanjutan. Selain sebagai langkah nyata dalam pencegahan masalah gizi buruk dan stunting di tingkat desa, inovasi Dimsum Jagung ini juga diharapkan mampu menjadi peluang usaha kreasi UMKM baru bagi ibu-ibu di Desa Jragung.

Penulis
Hasya Nur Na’imah
Peternakan, Universitas Diponegoro
