Mahasiswa KKNT Tim IDBU 25 Tingkatkan Pengetahuan Higiene Sanitasi dan Keamanan Pangan di Desa Jragung

k1 05 a2 g1

Jragung, 23 Juli 2026 – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro  yang tergabung dalam KKNT IDBU 25 memberikan edukasi mengenai higiene sanitasi dan keamanan pangan kepada ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Posko 1 Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Edukasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian program diversifikasi pangan lokal melalui demonstrasi pengolahan dimsum jagung, dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan higiene sanitasi dalam menghasilkan pangan yang aman untuk dikonsumsi.

Kegiatan diawali dengan demonstrasi pengolahan dimsum jagung sebagai salah satu inovasi pemanfaatan jagung menjadi produk pangan olahan. Setelah demonstrasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai higiene sanitasi dan keamanan pangan. Media edukasi yang telah disusun sebelumnya digunakan untuk membantu penyampaian materi agar peserta lebih mudah memahami penerapan higiene sanitasi dalam pengolahan pangan.

Dalam sesi edukasi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan pangan serta memperhatikan penggunaan air yang tepat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pangan. Materi disampaikan dengan mengaitkan prinsip higiene sanitasi dengan proses pengolahan dimsum jagung yang telah didemonstrasikan sebelumnya, sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai penerapannya dalam kegiatan pengolahan pangan. Aspek gizi pada bahan penyusun dimsum jagung juga diperkenalkan secara singkat sebagai informasi pendukung dalam pemanfaatan jagung sebagai pangan lokal.

Penyampaian materi dilakukan menggunakan bahasa yang sederhana karena sebagian peserta belum familiar dengan istilah higiene sanitasi. Pendekatan tersebut dilakukan agar informasi yang diberikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan, baik dalam pengolahan makanan sehari-hari di rumah maupun dalam kegiatan produksi pangan oleh pelaku UMKM.

k1 05 a2 g2 k1 05 a2 g3

Untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah peserta memperoleh edukasi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang diberikan mampu menambah pemahaman peserta mengenai pentingnya higiene sanitasi dan keamanan pangan dalam proses pengolahan makanan.

Meskipun demikian, keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi salah satu hambatan sehingga penyampaian materi belum dapat dilakukan secara lebih mendalam. Oleh karena itu, materi difokuskan pada informasi yang mudah dipahami dan relevan dengan praktik pengolahan pangan yang dilakukan peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk menerapkan prinsip higiene sanitasi dalam pengolahan dimsum jagung maupun produk pangan lainnya. Penerapan higiene sanitasi diharapkan tidak hanya dilakukan pada tingkat rumah tangga, tetapi juga menjadi perhatian dalam pengolahan produk pangan oleh pelaku UMKM agar keamanan produk yang dihasilkan tetap terjaga.

k1 05 a2 g4

Edukasi higiene sanitasi dan keamanan pangan tersebut menjadi salah satu kontribusi mahasiswa FKM UNDIP dalam mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan pangan yang aman dan sehat. Sementara itu, demonstrasi dimsum jagung menjadi bagian dari upaya pemanfaatan potensi pangan lokal Desa Jragung dalam mendukung diversifikasi pangan.

Melalui kegiatan ini, pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam pengolahan pangan di rumah maupun dalam pengembangan produk UMKM. Dengan penerapan higiene sanitasi yang baik, pemanfaatan pangan lokal dapat terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Penulis

Dewi Anjasmoro

Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro