
Gambar 1. Penyampaian Materi Edukasi Pencegahan Anemia kepada Siswi SMP Ma’arif Karangawen.
Demak (01/08/2026) – Mahasiswa Kelompok 2 KKN-T IDBU 25 Desa Jragung Universitas Diponegoro melaksanakan serangkaian kegiatan di bidang kesehatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Program yang dilaksanakan meliputi edukasi pencegahan anemia pada remaja putri, kolaborasi dalam pelayanan pemeriksaan kesehatan masyarakat, skrining kesehatan pra donor darah, serta pendampingan pemeriksaan antropometri bayi dan balita di Posyandu. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya promotif dan preventif, serta SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Perempuan melalui Pengenalan Anemia, Tanda dan Gejala, serta Upaya Pencegahannya yang bertajuk “Capek Terus? Jangan-Jangan Anemia”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Pondok Putri SMP Ma’arif Karangawen dengan sasaran siswi SMP Ma’arif Karangawen. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia sebagai salah satu masalah kesehatan yang masih banyak dijumpai pada usia remaja sekaligus mendorong penerapan perilaku pencegahan sejak dini.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai anemia. Selanjutnya, peserta diajak menyaksikan video animasi yang mengisahkan seorang siswi yang sering merasa cepat lelah, tampak pucat, sulit berkonsentrasi, mengeluhkan sulit mendapatkan kulit yang sehat, hingga pingsan saat upacara. Melalui tayangan tersebut, peserta diajak mengenali bahwa keluhan-keluhan tersebut dapat menjadi tanda anemia apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini.
Setelah sesi pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengertian anemia, penyebab, tanda dan gejala, dampak anemia terhadap kesehatan dan prestasi belajar, serta berbagai upaya pencegahannya melalui penerapan pola makan bergizi seimbang dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Sebagai bentuk penguatan materi, peserta mengikuti permainan edukatif mengenai aturan konsumsi Tablet Tambah Darah serta aktivitas melengkapi gambar Isi Piringku sesuai Pedoman Gizi Seimbang. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui keaktifan dalam berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan mengikuti permainan yang diberikan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah pelaksanaan edukasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah siswi yang memperoleh nilai sempurna dari 58,1% pada pretest menjadi 83,7% pada posttest, serta meningkatnya rata-rata nilai menjadi 98,14%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang memadukan media audiovisual, diskusi interaktif, dan permainan edukatif mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai anemia serta upaya pencegahannya. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah sebagai langkah pencegahan anemia.

Gambar 2. Poster Infografis Edukasi Pencegahan Anemia sebagai Media Pembelajaran bagi Remaja Putri
Selain melaksanakan program edukasi, mahasiswa KKN-T IDBU 25 Desa Jragung juga berkolaborasi dengan Yonif TP 937/Satria Kalijaga dan Puskesmas Karangawen dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Jragung yang dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendukung deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, serta pengukuran antropometri sesuai kebutuhan peserta.

Gambar 3. Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Desa Jragung Bersama Puskesmas Karangawen dan Yonif TP 937/Satria Kalijaga
Kolaborasi tersebut juga diwujudkan dalam kegiatan skrining kesehatan pra donor darah yang dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2026 dengan sasaran personel Yonif TP 937/Satria Kalijaga. Sebelum pelaksanaan donor darah, dilakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan pengukuran antropometri sebagai bagian dari penilaian kondisi kesehatan calon pendonor.
Rangkaian kegiatan kesehatan juga dilanjutkan melalui pendampingan Posyandu yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026 di Dukuh Krajan. Bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan setempat, dilakukan pemeriksaan antropometri bayi dan balita yang meliputi pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta pencatatan hasil pengukuran sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan anak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Gambar 4. Pelaksanaan Pemeriksaan Antropometri Bayi dan Balita pada Kegiatan Posyandu bersama Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kegiatan KKN-T IDBU 25 di Desa Jragung memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Edukasi kepada remaja putri, pelayanan pemeriksaan kesehatan, skrining kesehatan pra donor darah, dan pendampingan Posyandu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini serta memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal. Dengan demikian, kegiatan ini turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan SDG 4 (Quality Education) melalui penyampaian edukasi kesehatan kepada berbagai kelompok sasaran.
Penulis:
Arly Aulia Azka
Program Studi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
