
Foto bersama siswa SMP Ma’arif Karangawen setelah kegiatan edukasi dan praktik pembuatan pupuk organik cair (POC).
Jragung, Demak (25/07/2026) – Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Program Studi Agribisnis melaksanakan kegiatan edukasi Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bagi siswa kelas VIII C SMP Ma’arif Karangawen di Desa Jragung sebagai bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Zero Hunger). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap pengelolaan limbah organik sekaligus memperkenalkan pupuk organik sebagai alternatif input pertanian yang ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Edukasi pertanian sejak usia sekolah merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap ketahanan pangan dan praktik pertanian berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai jenis-jenis limbah organik, dampak pembuangan sampah terhadap lingkungan, serta manfaat pupuk organik cair bagi tanaman. Untuk memudahkan pemahaman peserta, materi didukung dengan leaflet edukasi yang berisi informasi mengenai jenis-jenis limbah, alat dan bahan, langkah-langkah pembuatan, manfaat, serta cara penggunaan pupuk organik cair. Leaflet tersebut menjadi media pembelajaran yang dapat dibawa pulang sehingga siswa dapat mempelajari kembali materi yang telah disampaikan.

Praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) menggunakan limbah dapur oleh siswa kelas VIII C.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik cair menggunakan limbah organik rumah tangga melalui metode fermentasi sederhana dengan EM4 dan molase. Siswa mengikuti setiap tahapan pembuatan POC, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, mencampurkan aktivator, hingga proses penyimpanan untuk fermentasi. Kegiatan berlangsung secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat.

Leaflet edukasi “Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair” sebagai media pembelajaran dan alat pembuatan POC.
Sebagai luaran program, mahasiswa menghasilkan leaflet edukasi “Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair” yang digunakan sebagai media pembelajaran selama kegiatan berlangsung serta alat pembuatan POC yang menjadi sarana pendukung agar peserta dapat mempraktikkan proses fermentasi secara langsung. Kedua luaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah sebagai media pembelajaran berkelanjutan dalam edukasi pengelolaan limbah organik dan pertanian ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan diakhiri dengan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan limbah organik dan pembuatan pupuk organik cair.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, membiasakan pengelolaan sampah organik sejak dini, serta mendukung penerapan pertanian berkelanjutan. Selain berkontribusi pada SDGs 2 (Zero Hunger) melalui pengenalan input pertanian yang murah dan ramah lingkungan, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah organik.
Penulis
Vika Ana Aprilia
Agribisnis, Universitas Diponegoro
