
Foto Bersama Siswi kelas IX D SMP Ma’arif Karangawen
Jragung, Demak (25/07/2026) – Mahasiswa KKN-T IDBU 25 Tahun 2026 Universitas Diponegoro Kelompok 2 melaksanakan kegiatan Edukasi Pengelolaan Uang Saku melalui Pemahaman Kebutuhan dan Keinginan kepada siswi kelas IX SMP Ma’arif Karangawen, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Kegiatan ini merupakan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), serta SDGs ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan siswa sejak usia dini melalui pemahaman mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan, penyusunan skala prioritas, serta pengelolaan uang saku secara bijaksana sebagai bekal dalam mengambil keputusan finansial yang bertanggung jawab.
Kegiatan edukasi dilaksanakan di SMP Ma’arif Karangawen dengan jumlah kurang lebih terdiri dari 49 siswi kelas IX D. Sebelum penyampaian materi dilakukan, terdapat pre-test yang wajib dikerjakan oleh para siswi untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai konsep kebutuhan dan keinginan serta pengelolaan uang saku. Berdasarkan hasil pre-test, masih ditemukan bahwa sebagian peserta mengalami kesulitan dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan pada berbagai situasi sehari-hari. Selain itu, beberapa peserta juga belum mampu menentukan prioritas penggunaan uang saku secara tepat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sederhana masih perlu ditingkatkan sehingga kegiatan edukasi ini menjadi relevan untuk dilaksanakan.

Foto Siswi kelas IX SMP Ma’arif Karangawen mengerjakan pre-test sebelum penyampaian materi
Kegiatan selanjutnya yaitu penyampaian materi mengenai pengertian kebutuhan dan keinginan beserta perbedaan di antara keduanya melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selanjutnya, dijelaskan juga pentingnya mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan serta memberikan pemahaman mengenai alasan mengapa pengelolaan keuangan perlu diterapkan sejak usia sekolah. Materi juga mencakup langkah-langkah sederhana dalam mengelola uang saku, seperti menentukan skala prioritas, berpikir sebelum membeli sesuatu, serta menghindari perilaku konsumtif akibat pengaruh lingkungan maupun tren yang sedang berkembang.

Foto saat penyampaian materi
Selain penyampaian materi, siswa juga diajak berdiskusi melalui berbagai studi kasus sederhana mengenai penggunaan uang saku. Melalui pendekatan tersebut, siswa belajar menganalisis suatu kondisi dan menentukan keputusan yang tepat berdasarkan prioritas kebutuhan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena peserta aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan uang saku.
Sebagai media edukasi pendukung, mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro juga memperkenalkan poster edukatif bertajuk “Mari Bijak Mengelola Uang Saku” yang berisi pesan mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum menggunakan uang saku. Melalui media poster tersebut, peserta diharapkan dapat lebih mudah mengingat langkah-langkah sederhana dalam mengelola uang saku serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain digunakan sebagai media saat penyampaian materi, poster juga dapat menjadi sarana edukasi visual yang mampu mengingatkan siswa untuk selalu mempertimbangkan kebutuhan sebelum memenuhi keinginan.

Poster “Mari Bijak Mengelola Uang Saku”
Setelah penyampaian materi selesai, mahasiswa KKN-T memberikan post-test kepada seluruh peserta sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan edukasi. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 84% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang ditandai dengan perubahan jawaban dari kurang tepat pada pre-test menjadi benar pada post-test. Selain itu, sekitar 10% peserta telah memiliki pemahaman yang baik sejak awal dan mampu mempertahankan hasil tersebut hingga post-test. Sementara itu, sekitar 6% peserta belum menunjukkan peningkatan pemahaman sehingga masih memerlukan penguatan materi dan pendampingan lebih lanjut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi keuangan siswa.
Melalui kegiatan edukasi ini, siswi kelas IX D SMP Ma’arif Karangawen memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pengelolaan keuangan sederhana sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan mengelola uang saku secara bertanggung jawab, meningkatkan kesadaran dalam menentukan prioritas pengeluaran, serta menumbuhkan perilaku konsumsi yang lebih bijaksana sejak usia remaja. Dengan demikian, kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi keuangan sebagai bagian dari life skills, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pembentukan perilaku ekonomi yang bertanggung jawab sebagai bekal menuju kemandirian finansial di masa depan.
Penulis:
Saskia Melodia Riski Aulia
Akuntansi, Universitas Diponegoro
