
Jragung, 18 Juli 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja “Optimalisasi Nilai Ekonomi Limbah Pertanian Desa Jragung melalui Inovasi Teh Rambut Jagung sebagai Produk Pangan Fungsional bernilai Gizi berbasis pendekatan Multidisiplin dan Berdaya Saing melalui E-Commerce” yang bertempat di Balai Desa Jragung, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap masih tingginya kejadian penyakit tidak menular pada masyarakat khususnya hipertensi dan diabetes melitus, sekaligus memperkenalkan penggunaan teh serabut jagung sebagai minuman herbal pendamping yang aman dan kaya khasiat. Menyasar masyarakat Desa Jragung, terutama Ibu Rumah Tangga RW 12 & 13, salah satu fokus kegiatan utamanya diisi dengan sesi edukasi kesehatan terkait manfaat teh rambut jagung yang disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Kedokteran UNDIP, Hidayatul Akmaliyah.
Manfaat Utama Teh Rambut Jagung bagi Kesehatan
- Menurunkan Tekanan Darah (Antihipertensi): Membantu melancarkan sirkulasi darah serta bertindak sebagai diuretik alami untuk mengurangi penumpukan cairan dan beban kerja jantung.
- Mengontrol Kadar Gula Darah (Antidiabetes): Membantu meningkatkan sensitivitas insulin untuk menjaga kestabilan glukosa darah.
- Kaya Antioksidan & Anti-inflamasi: Mengandung flavonoid dan senyawa fenolik tinggi yang ampuh menangkal radikal bebas serta meredakan peradangan.
- Menjaga Kesehatan Saluran Kemih: Efektif meluruhkan penumpukan garam murni serta mendukung fungsi sistem kemih secara alami.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi edukasi kesehatan secara interaktif dilanjutkan penjelasan mendalam tentang kandungan senyawa bioaktif, potensi manfaat berdasarkan bukti ilmiah, hingga kontraindikasi konsumsi teh serabut jagung. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif kepada masyarakat Desa Jragung yang hadir. Warga tampak sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.

Melalui penyelenggaraan program ini, tingkat pengetahuan masyarakat Desa Jragung mengenai manfaat kesehatan dari konsumsi teh serabut jagung mengalami peningkatan signifikan, sehingga warga dapat mengoptimalkan bahan alam sekitar sebagai alternatif pendamping kesehatan yang terjangkau. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2 (Tanpa Kelaparan / Ketahanan Pangan & Nutrisi) serta nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Harapannya, pengetahuan yang telah didapatkan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan keluarga secara mandiri sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis pemanfaatan potensi lokal desa.
Penulis
Hidayatul Akmaliyah
Kedokteran, Universitas Diponegoro
