Pemanfaatan Rambut Jagung Menjadi Teh Bernilai melalui Pelatihan Pengolahan untuk Mendukung SDG’s 2 dan 8 di Desa Jragung

k3 04 a2 g1
Penyampaian materi penanganan rambut jagung kepada warga Desa Jragung

Jragung, 18 Juli 2026 – Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi dalam program “Optimalisasi Nilai Ekonomi Limbah Pertanian Desa Jragung melalui Inovasi Teh Rambut Jagung sebagai Produk Pangan Fungsional Bernilai Gizi Berbasis Pendekatan Multidisiplin dan Berdaya Saing melalui E-Commerce”. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Balai Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Dalam kegiatan ini, Fransisca Yolanda Dame L. G. dari Program Studi Agroekoteknologi Universitas Diponegoro berperan dalam memberikan edukasi mengenai penanganan rambut jagung sebagai bahan baku Teh Rambut Jagung, mulai dari pemilihan bahan hingga proses pengeringan.

 

k3 04 a2 g2
Penyampaian materi dan demonstrasi penanganan rambut jagung

 

Penyampaian materi dilakukan melalui edukasi dan demonstrasi secara langsung kepada warga. Materi yang diberikan membahas cara memilih rambut jagung yang masih baik serta penanganan bahan sebelum digunakan untuk pembuatan teh. Warga juga dikenalkan dengan proses pencucian, penirisan, dan pengeringan rambut jagung agar bahan yang digunakan tetap bersih dan siap untuk diolah lebih lanjut.

 

k3 04 a2 g3

k3 04 a2 g4
Demonstrasi proses pengeringan rambut jagung sebagai bahan Teh Rambut Jagung

 

Pada pelatihan tersebut, Fransisca juga memberikan demonstrasi pengeringan rambut jagung sebagai salah satu tahapan dalam menyiapkan bahan baku Teh Rambut Jagung. Demonstrasi dilakukan agar warga dapat melihat secara langsung cara penanganan bahan yang sederhana dan dapat diterapkan sebelum rambut jagung masuk ke tahap pengolahan selanjutnya.

 

Melalui kegiatan pelatihan ini, warga Desa Jragung mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan rambut jagung yang selama ini masih sering dianggap sebagai limbah pertanian. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat membantu warga memahami bahwa rambut jagung dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi bahan baku produk pangan bernilai.

 

Pelatihan dan edukasi penananganan pascapanen rambut jagung mendukung SDG’s 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan hasil samping pertanian sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan serta SDG’s 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan pengembangan produk lokal Desa Jragung. Pelatihan dan edukasi ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian multidisiplin dalam pengembangan Teh Rambut Jagung sebagai produk lokal Desa Jragung.

 

Penulis
Fransisca Yolanda Dame L. G.
Agroteknologi, Universitas Diponegoro