DEMAK, 25 Juli 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU-25 dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja “Sosialisasi Edukasi Isi Piringku Melalui Perlombaan Memasak Berbasis Pangan Lokal Desa Jragung” yang bertempat di Rumah Posko Kelompok 3, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang. Menyasar masyarakat Desa Jragung, khususnya Ibu Rumah Tangga RW 12 & 13, program ini bertujuan memberikan wawasan praktis serta mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal untuk konsumsi harian keluarga. Dalam program ini, mahasiswa Program Studi Teknik Geologi UNDIP, Ikhramah Sastika Maharani, berkontribusi dalam penyampaian informasi terkait asal-usul bahan pangan lokal yang digunakan dalam perlombaan, tidak hanya dari sisi cita rasa dan gizi, tetapi juga dari sudut pandang lingkungan dan geologi. Hal ini berangkat dari identifikasi permasalahan bahwa potensi sumber daya alam Desa Jragung—seperti kondisi tanah, sumber air, serta material geologi setempat—belum dipetakan secara komprehensif, sehingga pemanfaatannya untuk mendukung usaha dan konsumsi pangan warga masih belum maksimal.

Penyampaian Materi Sosialisasi Pemanfaatan
Sumber Daya Alam Desa Jragung dari Sudut Pandang Geologist
Mahasiswi Teknik Geologi, Ikhramah Sastika Maharani, yang juga merupakan perancang masterplan pada program sebelumnya, kembali mengambil peran dengan menyampaikan materi edukatif yang dikemas dalam flyer informatif. Materi tersebut memuat hasil survei lapangan dan pemetaan sederhana titik-titik potensi sumber daya alam di sekitar wilayah RW 12 dan 13, yang menjadi kelompok sasaran utama kegiatan. Dalam paparannya, beliau menjelaskan korelasi antara jenis tanah, ketinggian lahan, serta ketersediaan air di Desa Jragung dengan kualitas nutrisi jagung dan berbagai tanaman pangan lokal lainnya. Pemahaman ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa bahan pangan terbaik berasal dari pemahaman terhadap “rumah” tempat tanaman itu tumbuh.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Rumah Posko Kelompok 3 ini dikemas secara atraktif melalui perlombaan memasak antar kelompok ibu-ibu. Setiap peserta wajib mengolah bahan utama pangan lokal—seperti jagung, singkong, dan sayuran khas desa—menjadi menu “Isi Piringku” yang memenuhi standar gizi seimbang (karbohidrat, lauk pauk, sayur, dan buah). Para juri tidak hanya menilai kelezatan dan estetika penyajian, tetapi juga kebersihan proses pengolahan serta pemahaman peserta mengenai kandungan gizi bahan baku yang mereka gunakan. Dengan metode ini, edukasi gizi tidak terkesan monoton, melainkan langsung dipraktikkan dalam dapur sehari-hari.

Suasana Perlombaan Memasak Kreasi Nasi Jagung Berbasis Konsep Isi Piringku oleh Peserta Ibu-Ibu
Program ini selaras dengan dukungan terhadap SDGs 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal yang kaya gizi, serta SDGs 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong pemanfaatan hasil pertanian desa secara bijak dan berkelanjutan. Selain itu, keberadaan pemetaan geologi yang disisipkan dalam edukasi juga menjadi fondasi awal bagi pengembangan produk turunan berbasis potensi tanah di masa mendatang.
Melalui kegiatan sosialisasi dan lomba memasak ini, diharapkan ibu-ibu rumah tangga RW 12 & 13 tidak hanya mampu menyajikan hidangan sehat dan bergizi bagi keluarganya, tetapi juga lebih sadar akan kekayaan alam di sekitar pekarangan mereka. Dengan bekal pengetahuan geologi dan lingkungan yang sederhana namun aplikatif, masyarakat Desa Jragung diharapkan dapat mengidentifikasi sendiri potensi lahan mereka, sehingga kedepannya limbah pertanian pun dapat dikelola lebih baik, dan bahan pangan lokal tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi kebanggaan desa yang bernilai jual dan bernilai guna tinggi.

Foto Bersama Peserta Lomba Memasak, Dewan Juri, serta Mahasiswa KKNT IDBU-25
Penulis
Ikhramah Sastika Maharani
Teknik Geologi, Universitas Diponegoro
