
Desa Jragung, 24 Juli 2026 – Perkembangan teknologi membuka peluang bagi sektor pertanian untuk dikelola secara lebih efisien, termasuk dalam pemanfaatan sumber daya air. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 25 Universitas Diponegoro Vika Ana Aprilia melaksanakan program Sosialisasi Literasi Smart Farming untuk Mendukung Adopsi Smart Irrigation pada Usahatani Jagung pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di rumah Kelompok Tani Nastiti, Bapak Sujari, Desa Jragung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tema Multidisiplin 1, yaitu “Tata Pengelolaan Smart Pertanian melalui Modernisasi Irigasi Berbasis IoT, Manajemen Tani, Pascapanen, Keamanan Pangan, dan Gizi di Desa Jragung.” Program bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan petani dalam memahami konsep smart farming serta pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem irigasi. Peningkatan literasi teknologi diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong penggunaan sistem irigasi yang lebih efisien dan mendukung produktivitas usahatani jagung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai smart farming dan smart irrigation. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi menggunakan media PowerPoint dan modul yang telah disiapkan. Materi mencakup kondisi lahan pertanian Desa Jragung, urgensi penerapan smart farming, konsep dan contoh penerapannya, hingga pengenalan sistem Smart Sprinkler Irrigation.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara sistem irigasi manual dan smart irrigation. Dalam sistem manual, pengaturan pengairan masih sangat bergantung pada keputusan dan pengawasan petani. Sementara itu, smart irrigation memanfaatkan teknologi untuk membantu pengelolaan pemberian air secara lebih terarah. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung kebutuhan tanaman secara lebih optimal.
Selain menjelaskan manfaat teknologi, kegiatan juga membahas berbagai tantangan dalam implementasi smart farming. Pemahaman tersebut penting agar petani tidak hanya mengetahui manfaat teknologi, tetapi juga memiliki gambaran mengenai kesiapan, kebutuhan pendampingan, serta proses adaptasi yang diperlukan dalam penerapannya.
Antusiasme peserta terlihat melalui keaktifan selama sesi diskusi. Anggota Kelompok Tani Nastiti turut menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai kemungkinan penerapan teknologi smart irrigation pada usahatani jagung. Kegiatan kemudian ditutup dengan post–test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep smart farming, pemanfaatan IoT dalam sistem irigasi, perbedaan irigasi manual dan smart irrigation, serta manfaat teknologi dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air. Dengan demikian, tujuan program untuk meningkatkan literasi petani sebagai langkah awal mendukung adopsi smart irrigation telah tercapai.
Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui upaya peningkatan produktivitas dan modernisasi sektor pertanian. Pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air juga sejalan dengan SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, khususnya dalam mendukung pengelolaan sumber daya air secara lebih efisien. Selain itu, pengembangan inovasi teknologi pertanian turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Sebagai tindak lanjut, diperlukan pendampingan secara berkala kepada Kelompok Tani Nastiti untuk memperkuat pemahaman dan meningkatkan kesiapan dalam mengadopsi smart irrigation. Demonstrasi penggunaan alat juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar petani semakin memahami cara pengoperasian serta manfaat teknologi tersebut.
Keberlanjutan program juga membutuhkan kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan perguruan tinggi. Melalui pendampingan dan pelatihan lanjutan, penerapan smart farming diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sehingga inovasi teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi produktivitas, efisiensi air, dan keberlanjutan pertanian di Desa Jragung.


