Inovasi Pangan Lokal: Edukasi Pemanfaatan Jagung Dukung Gizi Seimbang dan SDGs di Desa Jragung

k2 04 a1 g1

Desa Jragung, 24 Juli 2026 – Pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemenuhan gizi keluarga. Melihat potensi jagung yang menjadi salah satu hasil pertanian masyarakat Desa Jragung, mahasiswa KKN-T IDBU 25 Universitas Diponegoro Arly Aulia Azka, melaksanakan program Edukasi Pemanfaatan Jagung sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif dalam Menu Keluarga Bergizi Seimbang Berdasarkan Pedoman Isi Piringku pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar anggota Kelompok Tani Nastiti, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

Program tersebut merupakan bagian dari Tema Multidisiplin 1, yaitu “Tata Pengelolaan Smart Pertanian melalui Modernisasi Irigasi Berbasis IoT, Manajemen Tani, Pascapanen, Keamanan Pangan, dan Gizi di Desa Jragung.” Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga petani mengenai pemanfaatan jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif, sekaligus mendorong diversifikasi pangan dan penerapan gizi seimbang dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.

Sebelum program dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan identifikasi potensi dan permasalahan pemanfaatan hasil panen jagung melalui koordinasi dengan Ketua Kelompok Tani Nastiti, Bapak Sujari, serta kader kesehatan. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan materi edukasi yang kemudian dituangkan dalam modul dan media presentasi PowerPoint (PPT).

Penyuluhan dilaksanakan dengan membahas beberapa materi utama, di antaranya penerapan Pedoman Isi Piringku, pemanfaatan jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif, serta pentingnya diversifikasi pangan dalam mendukung gizi seimbang keluarga. Peserta juga diberikan contoh menu berbasis jagung yang dipadukan dengan sumber protein, sayur, dan buah sehingga kebutuhan zat gizi dalam keluarga dapat dipenuhi secara lebih beragam.

Selain itu, edukasi turut membahas rekomendasi konsumsi olahan jagung berdasarkan kelompok usia serta cara pengolahan jagung yang baik. Peserta juga aktif berdiskusi mengenai batas konsumsi GGL (gula, garam, dan lemak), penerapan konsep Isi Piringku, hingga cara mengolah jagung agar dapat menjadi bagian dari menu keluarga sehari-hari.

Kegiatan menunjukkan hasil positif. Berdasarkan evaluasi melalui pretest dan posttest, persentase jawaban benar peserta secara keseluruhan meningkat dari 57,1% menjadi 85,7%. Secara khusus, pada materi “Pemanfaatan Jagung sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif dalam Menu Keluarga Bergizi Seimbang Berdasarkan Pedoman Isi Piringku”, jawaban benar meningkat dari 71,4% pada pretest menjadi 100% pada posttest. Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.

Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan diversifikasi pangan dan pemanfaatan sumber pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan. Edukasi mengenai gizi seimbang juga selaras dengan upaya meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat. Selain itu, program berkontribusi terhadap SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pola makan bergizi dan seimbang.

Sebagai tindak lanjut, modul edukasi diserahkan kepada Kelompok Tani Nastiti sebagai media pembelajaran berkelanjutan. Petani diharapkan dapat menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota keluarganya serta mulai memanfaatkan sebagian hasil panen jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif dalam menu sehari-hari.

Melalui edukasi ini, jagung tidak hanya dipandang sebagai komoditas hasil pertanian, tetapi juga sebagai potensi pangan lokal yang dapat mendukung diversifikasi pangan, pemenuhan gizi keluarga, dan ketahanan pangan masyarakat. Penerapan sederhana di tingkat keluarga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal secara sehat dan berkelanjutan.

k2 04 a1 g2