Edukasi Branding dan Packaging Produk Dukung Peningkatan Daya Saing UMKM Desa Jragung melalui SDGs 8, 9, dan 12

k2 02 a1 g1

Gambar 1. Prototype desain kemasan Bolu Kukus Pisang Jagung yang mengusung konsep identitas Desa Wisata Jragung, Kabupaten Demak.

Desa Jragung, 20 Juli 2026 – Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja “Edukasi Branding dan Packaging Produk sebagai Strategi Meningkatkan Nilai Jual Bolu Kukus Pisang Jagung Berbasis Pangan Lokal” di rumah Bapak Malik selaku Ketua RW 11 Desa Jragung. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok PKK dan masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan UMKM dalam meningkatkan kualitas produk lokal melalui penguatan identitas merek dan kemasan.

Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar branding, pentingnya identitas merek, penentuan nama dan logo produk, hingga strategi membangun citra produk yang mampu meningkatkan nilai jual. Peserta juga memperoleh edukasi mengenai desain kemasan yang menarik, informatif, dan sesuai dengan karakteristik produk agar memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya branding dan packaging sebagai strategi pemasaran produk UMKM. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama penyampaian materi dan diskusi mengenai penerapan branding pada produk pangan lokal Desa Jragung.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu menciptakan produk bernilai tambah dan meningkatkan peluang pendapatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong inovasi dalam pengembangan identitas merek serta kemasan produk lokal yang lebih kompetitif. Edukasi mengenai kemasan yang informatif dan berkualitas juga berkontribusi pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong praktik produksi dan pemasaran produk pangan lokal yang lebih berkelanjutan.

Meskipun masih terdapat kendala berupa terbatasnya pengalaman peserta dalam menerapkan strategi branding serta waktu pelaksanaan yang relatif singkat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat daya saing UMKM Desa Jragung. Dengan identitas merek dan kemasan yang lebih profesional, produk pangan lokal diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Melani Nur cahya S.

Fakultas ekonomika dan bisnis 

Universitas Diponegoro