Jragung, 23 Juli 2026 — Upaya mengembangkan potensi pangan lokal Desa Jragung terus dilakukan melalui inovasi produk berbahan dasar hasil pertanian desa. Salah satunya diwujudkan melalui Perancangan Label Kemasan sebagai Upaya Penguatan Branding Produk Inovasi Dimsum Jagung, yang menjadi bagian dari rangkaian program KKN dalam mendukung diversifikasi pangan lokal di Desa Jragung sebagai desa tadah hujan.
Perancangan label kemasan dilakukan untuk memberikan identitas yang lebih jelas pada produk inovasi dimsum jagung. Label tidak hanya berfungsi sebagai penanda produk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun citra dan daya tarik produk ketika dipasarkan. Melalui label yang informatif dan menarik, produk diharapkan lebih mudah dikenali serta memiliki tampilan yang lebih layak untuk dikembangkan sebagai produk usaha.


Dimsum jagung dipilih sebagai produk inovasi karena memanfaatkan jagung yang merupakan salah satu hasil panen masyarakat Desa Jragung. Proses perancangan dimulai dengan menentukan informasi yang perlu dicantumkan pada kemasan, kemudian menyusun desain visual yang sesuai dengan karakter produk. Setelah melalui proses penyusunan dan penyelesaian desain, label kemudian digunakan pada kemasan produk saat kegiatan demonstrasi memasak dimsum jagung.
Kegiatan demonstrasi memasak dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, pukul 12.30–15.30 WIB di Desa Jragung. Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatan dimsum jagung. Dalam kegiatan tersebut, label yang telah dirancang sebelumnya diaplikasikan pada kemasan produk sehingga peserta dapat melihat secara langsung penerapan identitas produk pada hasil inovasi pangan lokal.

Selain demonstrasi memasak, kegiatan juga diisi dengan beberapa materi pendukung untuk mendorong keberlanjutan produk. Peserta memperoleh penjelasan mengenai higiene dan sanitasi dalam pengelolaan makanan, kandungan gizi dimsum jagung, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) apabila produk dikembangkan menjadi usaha. Materi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai strategi promosi agar produk dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, penulis turut berperan sebagai Master of Ceremony (MC) yang bertugas memandu jalannya acara sejak pembukaan hingga kegiatan berakhir. Peran tersebut dilakukan sebagai bentuk keterlibatan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan setelah program perancangan label kemasan telah selesai dilaksanakan.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pembuatan produk dan label kemasan saja, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan dimsum jagung sebagai produk yang berkelanjutan dan berpotensi dikembangkan oleh masyarakat sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemanfaatan jagung hasil panen Desa Jragung juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada pangan lokal melalui pengolahan menjadi produk inovatif.
Melalui integrasi antara inovasi produk, pengemasan, edukasi pengelolaan pangan, perhitungan usaha, dan strategi promosi, program ini menjadi salah satu upaya mendukung diversifikasi pangan lokal di Desa Jragung sekaligus mendorong pemanfaatan potensi hasil pertanian desa agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Penulis
Faradila Usman Harun
Informasi dan Humas Universitas Diponegoro
