
Foto Bersama Mahasiswa KKN-T UNDIP bersama Bapak Kepala Desa, Ketua RW 11, Ibu-Ibu PKK, dan Warga Peserta Kegiatan
Demak (20/07/2026) – Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, memiliki potensi sektor pertanian yang melimpah, khususnya komoditas pisang dan jagung. Guna meningkatkan nilai jual komoditas tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 25 Universitas Diponegoro Kelompok 2 menghadirkan inovasi pangan fungsional berupa Bolu Kukus Pisang Jagung. Namun, inovasi produk olahan pangan baru ini menghadapi tantangan dalam hal perluasan pangsa pasar dan penyebaran edukasi nilai gizi apabila hanya dipasarkan secara konvensional.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Informatika KKN-T UNDIP, Irvino Kent Setiawan, mengembangkan dan meluncurkan Modul Web Pemasaran Digital dan Informasi Pangan Bolu Kukus Pisang Jagung Terintegrasi pada website resmi desa, desajragung.com. Program ini menjadi bagian dari rangkaian Program Multidisiplin 2 bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Jragung melalui Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Pisang dan Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Gizi, dan Penguatan Ekonomi“.
Inisiatif ini secara langsung mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan / Zero Hunger), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Perancangan Sistem dan Fitur Modul Digital Terintegrasi
Pengembangan modul halaman digital ini dirancang secara sistematis melalui empat tahapan utama:
- Analisis Kebutuhan Konten: Mengumpulkan data visual produk, formulir pemesanan, materi gizi dan kesehatan, hingga resep baku.
- Perancangan Antarmuka (UI/UX): Mendesain tata letak halaman yang bersih, informatif, dan responsif agar nyaman dibaca melalui ponsel pintar (smartphone).
- Implementasi Sistem (Coding): Membangun dan menanamkan modul ke dalam platform desajragung.com.
- Pengujian Sistem: Memastikan kecepatan akses, navigasi menu, dan kestabilan performa halaman saat diakses secara bersamaan oleh publik.
Halaman terintegrasi ini dapat diakses publik kapan saja melalui menu navigasi “Sumber Daya” pada bagian header atau footer website desa, maupun langsung melalui tautan desajragung.com/bolu-kukus-pisang-jagung.

Tampilan Antarmuka Halaman Digital Bolu Kukus Pisang Jagung pada Website desajragung.com
Modul ini menyajikan informasi yang komprehensif dalam satu tempat, yang terbagi ke dalam beberapa bagian utama:
- Alat dan Bahan: Rincian takaran dan bahan baku lokal yang diperlukan secara presisi.
- Langkah Pembuatan: Panduan langkah demi langkah (step-by-step) pembuatan bolu kukus yang mudah diikuti.
- Video Tutorial: Video peragaan pembuatan untuk memudahkan pembelajaran visual secara mandiri.
- Tips dan Trik: Panduan teknis pengolahan agar adonan mengembang sempurna dan tidak bantat.
- Pustaka Materi Digital: Ruang unduh materi presentasi “Demo Masak, Edukasi Gizi, Sosialisasi Harga, Digitalisasi, dan Promosi Produk” serta Buku Saku digital bertajuk “Diversifikasi Pangan Lokal Desa Jragung Melalui Inovasi Bolu Kukus Pisang Jagung“.
Pelaksanaan Sosialisasi dan Pendampingan Navigasi Digital
Sosialisasi dan edukasi modul digital ini dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, bertempat di kediaman Bapak Malik selaku Ketua RW 11 Desa Jragung. Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari ibu-ibu pengurus PKK, kader kesehatan, serta perwakilan warga pengolah pangan dari RW 07 dan RW 11.

Sesi Pemaparan dan Demonstrasi Akses Modul Bolu Kukus Pisang Jagung di desajragung.com kepada Peserta
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait pemanfaatan media digital dalam promosi produk olahan pangan. Selanjutnya, mahasiswa memaparkan fungsi modul website desa sebagai etalase digital (digital showcase) dan pusat pustaka resep yang dapat dijadikan rujukan usaha rumahan.
Dalam pelaksanaannya, tim menemukan beberapa kendala teknis di lapangan, seperti peserta yang tidak membawa telepon pintar, gawai bertipe lama yang mengalami kendala pemuatan (loading) halaman, serta keterbatasan literasi digital sebagian ibu-ibu dalam bernavigasi di internet.
Menyikapi hal tersebut, mahasiswa KKN-T menerapkan pendekatan solutif berupa pendampingan langsung secara personal (one-on-one). Peserta dibimbing langkah demi langkah cara membuka peramban (browser), mencari menu produk, hingga membaca pustaka materi. Bagi peserta yang tidak membawa gawai, tim memberikan fasilitas demonstrasi langsung menggunakan perangkat milik tim pelaksana.

Pendampingan One-on-One Mahasiswa KKN-T kepada Ibu-Ibu PKK dalam Menjelajahi Modul Website Desa
Antusiasme peserta terlihat saat mereka berhasil membuka dan mengeksplorasi resep digital secara mandiri di gawai masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan pengisian post-test, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan terkait penggunaan website desa sebagai sarana informasi dan promosi produk pangan.
Kontribusi terhadap Pencapaian Target SDGs
Pengembangan modul promosi dan edukasi digital ini memberikan kontribusi nyata terhadap target Pembangunan Berkelanjutan:
- SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Mendorong ketahanan pangan keluarga melalui diversifikasi pangan lokal bernutrisi berbasis jagung dan pisang yang terdokumentasi rapi di platform publik.
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Membuka peluang usaha mikro bagi kelompok PKK dan UMKM rumahan dengan menyediakan platform promosi digital yang memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.
- SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Mengakselerasi pemanfaatan teknologi informasi dan inovasi digital pada infrastruktur website desa dalam mendukung aktivitas ekonomi warga.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Mengedukasi pola konsumsi pangan olahan lokal yang sehat serta tata cara produksi yang higienis dan berkelanjutan.
Melalui integrasi modul Bolu Kukus Pisang Jagung di website desajragung.com, diharapkan masyarakat Desa Jragung memiliki sarana edukasi mandiri yang berkelanjutan serta mampu mendorong produk olahan lokal menjadi komoditas unggulan dan oleh-oleh khas desa wisata yang berdaya saing tinggi.
Penulis:
Irvino Kent Setiawan
Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
Tim KKN-T IDBU 25 Universitas Diponegoro Kelompok 2
