
Foto pada saat materi berlangsung
Demak (13/07/2026) – Sebagai salah satu langkah mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro menggelar edukasi gizi seimbang bagi siswa kelas 6 SD Negeri Jragung 01. Berbeda dari penyuluhan pada umumnya, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan tanya jawab aktif agar anak-anak tidak sekadar mendengarkan, tetapi juga ikut berpikir dan menyampaikan pendapat mengenai kebiasaan makan mereka sendiri. Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa anak usia sekolah dasar cenderung lebih mudah menyerap dan mengingat informasi ketika mereka dilibatkan secara aktif dalam proses belajar, dibandingkan hanya menjadi pendengar pasif.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, diikuti 26 siswa kelas 6 SD Negeri Jragung 01. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kerja monodisiplin mahasiswa di Desa Jragung, yang menyasar anak-anak sebagai kelompok usia strategis untuk membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Pemilihan siswa kelas 6 sebagai sasaran juga didasari pertimbangan bahwa pada usia ini anak-anak sudah cukup mampu berpikir kritis dan menyampaikan pendapat, sehingga diskusi dua arah dapat berjalan lebih hidup dan bermakna.

Suasana Kelas Saat Edukasi Isi Piringku Berlangsung di Kelas 6
Sesi dibuka dengan mengajak siswa bercerita tentang menu makan sehari-hari mereka, mulai dari jenis makanan yang biasa dikonsumsi hingga perbandingan porsi karbohidrat dan protein yang selama ini mereka makan. Dari sesi ini, tergambar bahwa sebagian besar siswa masih memiliki pemahaman yang beragam mengenai komposisi makan yang ideal, sehingga menjadi titik awal yang tepat untuk masuk ke materi inti. Diskusi kemudian berlanjut ke topik jenis-jenis protein, di mana siswa diajak menebak secara bergantian mana saja contoh protein hewani dan protein nabati yang biasa mereka temui dalam menu makan sehari-hari, seperti telur, ikan, tempe, dan tahu.
Untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal mereka sebelum materi disampaikan, siswa juga diminta memberi pendapat tentang porsi ideal dalam satu piring makan, apakah nasi yang harus mendominasi, atau justru sayur dan lauk yang perlu diperbanyak. Beragam jawaban pun bermunculan, mencerminkan bahwa pemahaman mengenai porsi makan seimbang memang belum banyak dipahami secara utuh oleh anak-anak di usia ini. Barulah setelah sesi diskusi tersebut, jawaban dan pemahaman siswa diluruskan melalui pemaparan poster “Isi Piringku” yang menampilkan secara visual proporsi ideal antara makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah dalam satu piring makan. Penggunaan poster bergambar dan berwarna ini dipilih agar informasi lebih mudah dicerna dan diingat oleh siswa dibandingkan penjelasan lisan sema

Poster Isi Piringku yang digunakan Sebagai Media Edukasi
Selain membahas proporsi piring makan, kegiatan ini juga diselipkan penekanan mengenai pentingnya konsumsi buah sebagai bagian dari pola makan sehari-hari yang sering kali terlewat oleh anak-anak. Mahasiswa KKN-T menjelaskan bahwa buah tidak hanya berfungsi sebagai camilan, tetapi juga sumber vitamin dan serat yang berperan penting bagi tumbuh kembang serta daya tahan tubuh anak.
Melalui pendekatan yang lebih partisipatif ini, siswa SD Negeri Jragung 01 diharapkan bukan hanya mengetahui teori gizi seimbang, tetapi benar-benar memahami dan mampu menerapkannya dalam pilihan makan sehari-hari. Harapannya, kebiasaan makan sehat yang mulai ditanamkan sejak usia sekolah dasar ini dapat terus terbawa hingga mereka dewasa, sekaligus menjadi kontribusi nyata mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro terhadap pencapaian target SDGs 2 dan SDGs 3 di tingkat desa.
Penulis
Kezia Julianita Nugraheni
Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro
