Penguatan Daya Saing UMKM Desa Jragung melalui Pendampingan Registrasi QRIS dan Analisis Dampak Penerapan Pembayaran Digital dalam Mendukung SDG 8

k3 06 a1 g1

Demak, (22/07/2026) – Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro TIM 25 melaksanakan program kerja individu Sosial Kemasyarakatan bertajuk “Pendampingan Registrasi QRIS dan Analisis Dampak Ekonomi Penerapan Pembayaran Digital terhadap Penjualan UMKM” di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital pelaku UMKM sekaligus mendorong pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha di era digital.

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan perilaku transaksi masyarakat yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan keamanan. Namun, masih terdapat pelaku UMKM di Desa Jragung yang belum memanfaatkan fasilitas pembayaran digital, khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sehingga berpotensi kehilangan peluang transaksi dari konsumen yang terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai.

Kegiatan ini diawali dengan identifikasi UMKM yang belum memiliki QRIS, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan proses registrasi QRIS secara langsung. Mahasiswa memberikan bimbingan mulai dari persiapan dokumen, pendaftaran melalui Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), hingga aktivasi QRIS. Selain itu, pelaku UMKM juga diberikan edukasi mengenai manfaat QRIS, cara penggunaan, serta pentingnya menjaga keamanan transaksi digital.

Sebagai bagian dari program, dilakukan pula analisis sederhana mengenai dampak penerapan pembayaran digital terhadap aktivitas penjualan UMKM. Analisis dilakukan melalui wawancara dan observasi kepada pelaku usaha mengenai perubahan kemudahan transaksi, efisiensi pencatatan keuangan, jangkauan konsumen, serta potensi peningkatan penjualan setelah menggunakan QRIS. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memberikan respons positif terhadap penggunaan pembayaran digital karena dinilai lebih praktis, mengurangi risiko penggunaan uang tunai, serta memberikan kemudahan bagi konsumen dalam bertransaksi.

Proses pendampingan pembuatan QRIS

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM Desa Jragung mampu beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi sistem pembayaran serta semakin siap menghadapi persaingan usaha yang semakin modern. Pemanfaatan QRIS tidak hanya mendukung efisiensi transaksi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif di tingkat desa.

k3 06 a1 g3 k3 06 a1 g4

Brosur tata cara pembuatan QRIS

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM Desa Jragung mampu beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi sistem pembayaran serta semakin siap menghadapi persaingan usaha yang semakin modern. Pemanfaatan QRIS tidak hanya mendukung efisiensi transaksi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif di tingkat desa. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan inovasi pembayaran digital.

Penulis

Ita Nurhaliza

Ekonomi, Universitas Diponegoro