Peran Mahasiswa Teknologi Pangan KKN-T UNDIP dalam Edukasi Isi Piringku dan Penjurian Lomba Masak Pangan Lokal Desa Jragung Guna Dukung SDGs 2, 3, dan 12

k3 08 a3 g1

Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba oleh juri

Demak (25/07/2026) – Mahasiswa KKN-T IDBU 25 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Edukasi Isi Piringku melalui Perlombaan Memasak Berbasis Pangan Lokal Desa Jragung” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di Desa Jragung. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal Sabtu, 25 Juli 2026 di Posko Kelompok 3 Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Program ini mendukung SDGs 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi, SDGs 3 (Good Health and Well-being) melalui edukasi pola makan sehat, serta SDGs 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan bahan pangan lokal secara bijak dan berkelanjutan.

Pada kegiatan ini, Kezia Julianita Nugraheni dari Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro berperan aktif dalam empat aspek utama, yaitu penyediaan bahan lomba, perancangan poster ide inovasi menu, penyusunan buku saku edukasi, serta penjurian perlombaan memasak. Karbohidrat utama dalam perlombaan telah ditentukan yaitu nasi jagung, sementara Kezia bertanggung jawab menyiapkan bahan sayur dan lauk mentah melalui proses brainstorming bahan pangan lokal yang sesuai untuk diolah peserta menjadi menu bergizi seimbang sesuai konsep Isi Piringku.

k3 08 a3 g2

Pelaksanaan perlombaan masak

Sebagai bentuk kontribusi edukatif, Kezia menyusun poster berisi ide inovasi menu berbahan dasar nasi jagung yang menjadi referensi peserta dalam mengembangkan kreativitas pengolahan pangan lokal menjadi hidangan menarik dan bergizi. Ia juga menyusun buku saku mengenai nasi jagung dan konsep Isi Piringku sebagai media edukasi tambahan bagi warga Desa Jragung dalam memahami pentingnya keseimbangan gizi dalam menu makanan sehari-hari.

Dalam proses penjurian, Kezia berperan sebagai salah satu dewan juri yang menilai hasil masakan peserta menggunakan rubrik penilaian yang mencakup lima aspek utama, yaitu cita rasa dengan bobot 30%, kreativitas pemanfaatan pangan lokal 25%, penyajian dan kerapian 20%, kandungan gizi dan keseimbangan menu 15%, serta kebersihan dan sanitasi 10%. Setiap aspek dilengkapi skala penilaian pada lembar penilaian, sehingga penilaian terhadap setiap kelompok peserta dapat dilakukan secara objektif dan terukur.

k3 08 a3 g3

Suasana saat proses penilaian berlangsung oleh juri

Melalui kegiatan ini, perlombaan memasak tidak hanya menjadi ajang kreativitas dalam mengolah pangan lokal, namun juga menjadi media edukasi bagi warga Desa Jragung untuk memahami dan menerapkan konsep Isi Piringku dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, dapat mendukung terciptanya pola konsumsi yang lebih sehat, bergizi, serta mendorong pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan.

Penulis

Kezia Julianita Nugraheni

Teknologi Pangan Universitas Diponegoro