
Demak, 25/06/2026 – Program multidisiplin KKN-T Universitas Diponegoro TIM 25 Kelompok 3 melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Edukasi Isi Piringku melalui Perlombaan Memasak Berbasis Pangan Lokal Desa Jragung”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau.
Desa Jragung memiliki beragam potensi pangan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan sehari-hari. Namun, ketersediaan bahan pangan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai cara menyusun makanan yang memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang. Oleh karena itu, edukasi mengenai konsep “Isi Piringku” menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan untuk memperkenalkan pola makan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dalam mendukung aspek edukasi program, salah satu kontribusi yang dilakukan adalah pembuatan media edukasi berupa brosur atau infografis “Estimasi Biaya Menu Gizi Seimbang Isi Piringku Berbasis Pangan Lokal”. Media tersebut dirancang untuk memberikan contoh menu makanan sehari-hari yang memenuhi prinsip Isi Piringku dengan menggunakan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau oleh masyarakat.
Infografis tidak hanya menampilkan komposisi menu berdasarkan prinsip Isi Piringku, tetapi juga dilengkapi dengan estimasi biaya per porsi. Pencantuman estimasi biaya bertujuan untuk menunjukkan bahwa penerapan pola makan bergizi seimbang tidak selalu membutuhkan bahan makanan dengan harga tinggi. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, masyarakat dapat menyusun menu yang beragam, bergizi, dan tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga.
Media edukasi tersebut kemudian digunakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosialisasi Isi Piringku dan perlombaan memasak berbasis pangan lokal. Kegiatan memasak menjadi sarana praktik bagi masyarakat untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang menarik sekaligus memperhatikan keseimbangan komposisi makanan. Dengan demikian, edukasi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga diterapkan melalui kegiatan yang bersifat interaktif dan partisipatif.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Jragung mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang serta mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif bahan makanan yang sehat dan terjangkau. Penggunaan media infografis juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengingat dan menerapkan prinsip Isi Piringku dalam penyusunan menu sehari-hari.

Brosur Estimasi Biaya Menu Gizi Seimbang “Isi Piringku” Berbasis Pangan Lokal.
Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi seimbang berbasis potensi pangan lokal. Selain itu, kegiatan turut mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pola makan sehat serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan bahan pangan lokal secara optimal dan berkelanjutan.
Penulis
Ita Nurhaliza
Ekonomi, Universitas Diponegoro
