Amankan Pangan Lokal, Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Teknologi Pengemasan pada Inovasi Bolu Pisang Jagung

Demak, 20 Juli 2026 – Tim KKN IDBU-25 Universitas Diponegoro Kelompok 2 membekali masyarakat Desa Jragung, Kabupaten Demak, dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai keamanan pangan, higiene sanitasi, serta teknologi pengemasan melalui Pelatihan Pembuatan Bolu Kukus Pisang Jagung. Kegiatan yang dilaksanakan di kediaman Bapak Malik, Ketua RW 11 Desa Jragung, ini menjadi bagian dari Program Multidisiplin 2 bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Jragung melalui Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Pisang dan Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Gizi, dan Penguatan Ekonomi.” Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Jragung dalam memanfaatkan bahkan mengoptimalkan potensi komoditas lokal di daerah setempat guna meningkatkan ekonomi dan ketahanan pangan, sekaligus menjadi implementasi dan upaya nyata dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs).

k2 08 a1 g1

Tanaman jagung sebagai potensi utama sekaligus komoditas pangan lokal di Desa Jragung

Desa Jragung memiliki potensi pisang dan jagung sebagai komoditas pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Melalui Bolu Kukus Pisang Jagung, masyarakat diperkenalkan pada alternatif diversifikasi pangan yang mudah dibuat di rumah, sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha rumahan. Materi utama kegiatan difokuskan pada demo masak bolus kukus jagung bersama Ibu-ibu PKK beserta warga RW 07 dan 11, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi. 

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Kelompok 2 dan Kepala Desa Jragung, Bapak Edy Susanto, S.Sos. Kemudian dilakukan Pre-Test untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai materi yang akan disampaikan, dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Lokal. Setelah itu, dilakukan kegiatan Demo Memasak Bolu selama kurang lebih 30 menit. Sembari menunggu waktu pengukusan bolu, peserta diarahkan untuk mendegar edukasi mengenai Keamanan Sanitasi dan Masa Simpan, Gizi, Perhitungan Biaya, Pengemasan, Promosi, Digitalisasi, hingga Pemanfaatan Website untuk mendukung keberlanjutan dalam memproduksi Bolu Kukus Pisang Jagung sampai dipasarkan dan dijangkau lebih luas.

Materi Keamanan, Sanitasi, dan Masa Simpan Pangan disampaikan langsung oleh mahasiswa program studi Teknologi Pangan, yang membahas upaya mencegah cemaran biologis, kimia, dan fisik pada pangan, sedangkan penerapan higiene sanitasi mencakup pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, penyimpanan makanan matang, pengangkutan, hingga penyajian. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai higiene personal penjamah pangan, seperti mencuci tangan sebelum mengolah makanan, menjaga kebersihan diri dan pakaian, menggunakan celemek serta penutup kepala, dan menghindari kebiasaan yang berpotensi menyebabkan kontaminasi selama proses produksi. Pengetahuan tersebut menjadi dasar penting untuk menjaga keamanan Bolu Kukus Pisang Jagung sejak pemilihan bahan hingga produk siap dikonsumsi.

Bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah demonstrasi teknologi pengemasan vakum (vacuum packaging) dan penggunaan silica gel food grade. Peserta diperlihatkan cara memasukkan produk ke dalam plastik vakum food grade, mengeluarkan udara menggunakan vacuum sealer, kemudian menyegel kemasan hingga tertutup rapat. Teknologi ini dapat membantu mengurangi oksigen dalam kemasan, menghambat pertumbuhan kapang dan bakteri aerob, serta membantu mempertahankan tekstur dan mutu bolu.

2 2

Mahasiswa tampak senang ketika melihat respons warga yang antusias ketika didemonstrasikan teknik pengemasan dengan teknologi vakum sebagai upaya memperpanjang masa simpan pada Bolu Kukus Pisang Jagung

Antusiasme warga terlihat ketika mereka mengikuti demonstrasi penggunaan alat secara langsung. Salah satu warga bahkan melihat peluang penerapan teknologi tersebut pada produk pangan lain yang dijual di lingkungan sekitar. “Ini (menunjuk alat vakum saat demonstrasi metode penggunaan vakum dan silica gel) bisa diterapkan, lho untuk ikan jualanmu di toko sayur, Pak RT,” ujar salah satu warga yang menunjukkan antusias pada metode pengawetan tersebut.

Selain pengemasan vakum, peserta dikenalkan pada silica gel food grade sebagai penyerap kelembapan (moisture absorber) yang dapat membantu mengurangi uap air dan kelembapan relatif di dalam kemasan sehingga mendukung pengendalian pertumbuhan kapang. Penggunaannya harus ditempatkan terpisah dari produk, menggunakan jenis food grade, dan diberi label “Jangan Dimakan”.

Penerapan teknologi pengemasan tersebut juga dilengkapi dengan edukasi mengenai cara mempertahankan masa simpan, antara lain mendinginkan bolu hingga suhu ruang sebelum dikemas, menggunakan kemasan food grade yang bersih dan tertutup rapat, serta menyimpan produk di tempat yang bersih dan kering serta terhindar dari sinar matahari langsung.

Kegiatan ini turut memperkenalkan manfaat Bolu Kukus Pisang Jagung sebagai produk diversifikasi pangan lokal. Pengembangan produk berbasis pisang dan jagung dinilai dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, membuka peluang usaha baru, mengurangi risiko kerugian ketika harga komoditas menurun, serta mendorong tumbuhnya UMKM berbasis komoditas lokal.Pada akhir kegiatan dilakukan Post-Test sebagai parameter untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dengan persentase jawaban benar meningkat dari 83,2% pada Pre-Test menjadi 86,5% pada Post-Test. Antusiasme peserta terutama terlihat saat praktik langsung pengemasan menggunakan vacuum sealer, karena metode learning by doing memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan pengetahuan keamanan pangan dan teknologi pengemasan.

Program ini mendukung pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pemanfaatan dan diversifikasi pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan; SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi keamanan pangan, higiene, dan sanitasi; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan produk lokal sebagai peluang usaha rumah tangga; serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui upaya mempertahankan mutu dan memperpanjang masa simpan produk pangan.

2 3

Foto bersama dengan Ibu-ibu PKK serta Masyarakat RW 07 dan 11 setelah mengikuti Pelatihan Pembuatan Bolu Kukus Pisang Jagung

Melalui pelatihan ini, Tim KKN IDBU-25 Universitas Diponegoro Kelompok 2 mendorong masyarakat Desa Jragung untuk tidak hanya memanfaatkan pisang dan jagung sebagai bahan pangan, tetapi juga mengolahnya menjadi produk yang aman, higienis, menarik, bernilai jual, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan. Pengetahuan mengenai keamanan pangan dan teknologi pengemasan diharapkan dapat terus diterapkan masyarakat dalam pengembangan produk pangan lokal Desa Jragung secara berkelanjutan.

Penulis/Reporter: Nurvina Pradhitasari

Program Studi: Teknologi Pangan