
Demak, 18/06/2026 – Program multidisiplin KKN-T Universitas Diponegoro TIM 25 Kelompok 3 melaksanakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Nilai Ekonomi Limbah Pertanian Desa Jragung melalui Inovasi Teh Rambut Jagung sebagai Produk Pangan Fungsional Bernilai Gizi Berbasis Pendekatan Multidisiplin dan Berdaya Saing melalui E-Commerce”. Program ini memanfaatkan rambut jagung yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk teh herbal bernilai ekonomi dengan merek “Sari Loka Jragung”.
Desa Jragung memiliki potensi pertanian jagung yang cukup besar sehingga menghasilkan rambut jagung sebagai salah satu hasil samping pertanian. Selama ini, rambut jagung masih sering dianggap sebagai limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program multidisiplin ini, rambut jagung diolah menjadi produk teh yang tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha berbasis potensi lokal Desa Jragung.
Dalam mendukung aspek ekonomi program, salah satu kontribusi yang dilakukan adalah penyusunan buku saku yang memuat informasi mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), serta estimasi keuntungan penjualan produk teh rambut jagung “Sari Loka Jragung”. Buku saku tersebut disusun sebagai panduan sederhana agar masyarakat dapat memahami dasar perhitungan biaya produksi dan menentukan harga jual produk secara lebih terukur.
Perhitungan HPP digunakan untuk mengetahui besarnya biaya yang diperlukan dalam menghasilkan produk teh rambut jagung, dengan mempertimbangkan berbagai komponen biaya yang digunakan selama proses produksi. Selanjutnya, perhitungan BEP memberikan gambaran mengenai jumlah penjualan yang perlu dicapai agar usaha dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan. Sementara itu, perhitungan keuntungan digunakan untuk memberikan gambaran mengenai potensi pendapatan yang dapat diperoleh dari penjualan produk.

Buku saku BEP HPP Usaha Teh Rambut Jagung
Penyusunan buku saku ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Jragung, khususnya calon pelaku usaha, dalam memahami aspek dasar pengelolaan keuangan usaha. Dengan adanya informasi mengenai HPP, BEP, dan keuntungan, masyarakat tidak hanya memiliki produk yang dapat dipasarkan, tetapi juga memiliki dasar perhitungan untuk menentukan harga jual dan memperkirakan kelayakan usaha secara sederhana.
Selain aspek ekonomi, program multidisiplin ini juga mencakup pengolahan rambut jagung menjadi produk teh, edukasi mengenai potensi dan manfaat bahan baku, pengemasan produk, serta pengenalan pemasaran melalui e-commerce. Produk yang dihasilkan diberi nama “Sari Loka Jragung” sebagai identitas produk yang merepresentasikan potensi lokal Desa Jragung.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, buku saku perhitungan ekonomi diserahkan bersama hasil inovasi dan perangkat pendukung lainnya kepada Pemerintah Desa Jragung. Buku saku tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai referensi oleh masyarakat dalam mengembangkan produk “Sari Loka Jragung” menjadi usaha yang memiliki perencanaan biaya dan keuntungan yang lebih terarah.
Program ini mendukung pencapaian SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan peluang usaha dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Penggunaan e-commerce dalam pemasaran produk turut mendukung SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan inovasi dan teknologi digital dalam pengembangan usaha masyarakat.
Penulis
Ita Nurhaliza
Ekonomi, Universitas Diponegoro
