
Edukasi gizi seimbang dan pemilihan camilan sehat berbasis pangan lokal ini menjadi bagian dari program multidisiplin Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Pisang dan Jagung yang menyasar masyarakat umum dan Kelompok PKK Desa Jragung.
DEMAK, 20 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim IDBU 25 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar edukasi mengenai gizi seimbang dan pemilihan camilan sehat berbasis pangan lokal kepada masyarakat umum dan Kelompok PKK Desa Jragung. Kegiatan yang bertempat di kediaman Ketua RW 011, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, ini merupakan bagian dari program multidisiplin bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Jragung melalui Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Pisang dan Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Gizi, dan Penguatan Ekonomi”, sekaligus menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 Tanpa Kelaparan dan poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Program ini mengangkat pentingnya penerapan gizi seimbang dan pemilihan camilan dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang mendukung kesehatan. Edukasi juga mengajak masyarakat mengenali potensi pangan lokal berupa pisang dan jagung yang tersedia melimpah di Desa Jragung serta pemanfaatannya dalam berbagai olahan pangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T berupaya mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih makanan selingan sekaligus mengenali potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 tersebut diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terhadap materi yang akan disampaikan. Penyuluhan kemudian dibuka dengan penyampaian materi mengenai empat pilar gizi seimbang, dilanjutkan dengan pengenalan Pedoman Isi Piringku sebagai panduan dalam menerapkan pola makan seimbang sehari-hari.
Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai pemilihan camilan sehat. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian dan ciri-ciri camilan sehat serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih makanan selingan. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai ultra-processed food (UPF) dan risiko konsumsi makanan ringan UPF secara berlebihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran peserta dalam memilih camilan sehari-hari.

Mahasiswa KKN-T UNDIP menyampaikan materi mengenai gizi seimbang, pemilihan camilan, serta pemanfaatan pangan lokal kepada masyarakat dan Kelompok PKK Desa Jragung.
Setelah membahas gizi seimbang dan pemilihan camilan, materi kemudian diarahkan pada pemanfaatan pangan lokal, khususnya pisang dan jagung. Peserta diperkenalkan dengan kandungan gizi dan manfaat kedua komoditas tersebut serta potensinya untuk diolah menjadi berbagai produk pangan. Pembahasan ini kemudian mengarah pada Bolu Kukus Pisang Jagung sebagai salah satu contoh pemanfaatan pisang dan jagung dalam diversifikasi pangan lokal.
Sebagai bagian dari rangkaian utama program multidisiplin 2, peserta juga mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan Bolu Kukus Pisang Jagung yang dipimpin oleh mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan. Peserta diajak mengikuti proses pengolahan secara langsung bersama mahasiswa, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengukusan. Melalui kegiatan ini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana komoditas lokal yang tersedia di Desa Jragung dapat diolah menjadi produk pangan yang lebih beragam.

Peserta mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan Bolu Kukus Pisang Jagung yang dipandu oleh mahasiswa Teknologi Pangan
Antusiasme peserta terlihat selama demonstrasi dan praktik berlangsung. Peserta aktif mengikuti tahapan pengolahan dan menunjukkan ketertarikan terhadap proses pembuatan Bolu Kukus Pisang Jagung.
Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T IDBU 25 berharap masyarakat Desa Jragung dapat menerapkan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari, lebih bijak dalam memilih camilan, serta semakin mengenali potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Pemanfaatan pisang dan jagung sebagai komoditas lokal diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari diversifikasi pangan, sementara penerapan pola konsumsi yang lebih baik dapat mendukung upaya pencegahan risiko penyakit tidak menular (PTM).
Program Edukasi Pilar Gizi Seimbang dan Pemilihan Camilan Sehat Berbasis Pangan Lokal ini merupakan salah satu rangkaian dalam program multidisiplin 2 yang dilaksanakan oleh Tim KKN IDBU-25 Universitas Diponegoro di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Melalui program ini, mahasiswa berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui penerapan prinsip gizi seimbang maupun pemanfaatan pangan lokal yang tersedia di Desa Jragung.
Penulis: Arly Aulia Azka, Program Studi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
