
Foto bersama sebelum kegiatan berlangsung
Demak (20/07/2026) – Mahasiswa KKN-T IDBU 25 Tahun 2026 Universitas Diponegoro Kelompok 2 melaksanakan kegiatan edukasi mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penetapan harga jual, dan perhitungan keuntungan melalui inovasi Bolu Kukus Pisang Jagung kepada ibu-ibu PKK dan masyarakat setempat di kediaman Bapak RW 11, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih terencana.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi sebelum menentukan harga jual suatu produk. Berdasarkan hasil pre-test, masih terdapat peserta yang belum memahami konsep HPP dan cara menghitung biaya produksi secara tepat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi mengenai pengelolaan biaya produksi agar masyarakat dapat menentukan harga jual dan keuntungan berdasarkan perhitungan yang lebih terukur.

Materi edukasi mengenai perhitungan biaya produksi, Harga Pokok Produksi (HPP), penetapan harga jual, dan keuntungan yang disampaikan kepada peserta kegiatan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan demo masak penyampaian materi mengenai pengertian dan pentingnya Harga Pokok Produksi (HPP) dalam menentukan harga jual suatu produk. Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai komponen biaya yang perlu diperhitungkan dalam proses produksi, seperti bahan baku, bahan pendukung, serta biaya lain yang berkaitan dengan pembuatan produk.
Selanjutnya, mahasiswa KKN-T memberikan contoh perhitungan HPP melalui produk Bolu Kukus Pisang Jagung. Peserta diajak mengidentifikasi biaya yang digunakan dalam pembuatan produk, kemudian menjumlahkan seluruh biaya produksi untuk memperoleh HPP per loyang. Penyampaian materi dilakukan menggunakan contoh sederhana agar peserta dapat memahami penerapan perhitungan HPP dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Sesi penyampaian materi HPP
Setelah memahami konsep HPP, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai penetapan harga jual dan perhitungan keuntungan. Peserta diberikan pemahaman bahwa harga jual perlu ditentukan dengan mempertimbangkan biaya produksi dan keuntungan yang ingin diperoleh, sehingga harga tidak hanya ditetapkan berdasarkan perkiraan.
Melalui contoh Bolu Kukus Pisang Jagung, mahasiswa KKN-T menunjukkan tahapan menentukan harga jual berdasarkan HPP dan persentase keuntungan yang diharapkan. Peserta juga diajak memahami cara menghitung keuntungan dengan membandingkan harga jual dan biaya produksi. Dengan demikian, peserta dapat mengetahui apakah harga yang ditetapkan telah memberikan keuntungan yang sesuai.

Sesi penyamapain materi Penetapan Harga Jual
Sebagai media pendukung kegiatan, mahasiswa KKN-T juga menyediakan poster edukasi mengenai perhitungan HPP, penetapan harga jual, dan keuntungan. Poster memuat informasi dan langkah-langkah sederhana yang dapat membantu peserta mengingat kembali materi yang telah disampaikan selama kegiatan. Media tersebut diharapkan dapat menjadi panduan visual bagi masyarakat untuk menerapkan perhitungan HPP, menentukan harga jual, serta menghitung keuntungan ketika mengembangkan produk usaha secara mandiri.

Media Poster “Perhitungan HPP, Penetapan Harga Jual, dan Keuntungan”
Kegiatan edukasi ini mendukung pencapaian SDGs ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola aspek keuangan usaha. Pemahaman mengenai HPP, harga jual, dan keuntungan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan usaha secara lebih terukur serta mengembangkan produk pangan lokal menjadi peluang ekonomi yang memiliki nilai tambah.
Melalui inovasi Bolu Kukus Pisang Jagung, pisang dan jagung dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah sekaligus menjadi contoh alternatif pengembangan produk pangan lokal. Dengan adanya peningkatan pemahaman mengenai perhitungan biaya dan keuntungan, masyarakat diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih terencana dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi usaha lokal.
Penulis: Saskia Melodia Riski Aulia, Akuntansi, Universitas Diponegoro
