Cegah Diare Sejak Dini, Mahasiswa KKNT UNDIP Tim IDBU-25 Edukasi Keamanan Pangan bagi Siswa Kelas 8 SMP Ma’arif Karangawen sebagai Wujud Dukungan SDG’s 3, 4, dan 12

k2 07 a1 g1

Foto bersama mahasiswa Kelompok 2 KKNT IDBU25 dan siswa kelas 8 SMP Ma’arif Karangawen peserta program CERIA

Demak – Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim IDBU25 Universitas Diponegoro melaksanakan program sosial kemasyarakatan berupa edukasi keamanan pangan bertajuk “CERIA: Cegah Diare dengan Jajanan Aman Hidup Bersih” sebagai upaya pencegahan diare di kalangan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di SMP Ma’arif Karangawen, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, dengan sasaran siswa kelas 8. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya memilih jajanan yang aman serta menerapkan prinsip higiene dan sanitasi dalam kehidupan sehari-hari.

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dijumpai pada anak usia sekolah, salah satunya dipicu oleh kebiasaan jajan sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan. Jajanan dengan warna mencolok, tekstur yang tidak wajar, hingga kemasan yang tidak higienis berpotensi menjadi sumber kontaminasi yang membahayakan kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Kelompok 2 KKNT IDBU25 Universitas Diponegoro menginisiasi program CERIA sebagai langkah edukatif dan preventif agar siswa kelas 8 SMP Ma’arif Karangawen mampu mengenali dan memilih jajanan yang aman sejak dini.

k2 07 a1 g2

Antusiasme siswi kelas 8 SMP Ma’arif Karangawen dalam mengikuti kegiatan edukasi keamanan pangan program CERIA

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa, dilanjutkan dengan pemutaran video edukatif mengenai tips memilih jajanan yang aman dan bergizi. Materi utama kemudian disampaikan secara interaktif, meliputi ciri-ciri jajanan yang berisiko menyebabkan diare, lima ciri jajanan aman, prinsip penyimpanan makanan dan minuman yang higienis untuk mencegah kontaminasi, serta cara mengenali tanda-tanda pangan yang sudah tidak layak konsumsi. Suasana belajar semakin hidup dengan sesi tanya jawab dan permainan edukatif yang membuat siswa antusias berpartisipasi hingga akhir kegiatan.

k2 07 a1 g3

Media Interaktif Poster Edukasi Keamanan Pangan

Sebagai penutup, siswa mengerjakan post-test untuk mengevaluasi efektivitas edukasi yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, dengan rata-rata nilai post-test mencapai 90%. Capaian ini membuktikan bahwa metode edukasi interaktif yang memadukan pre-test, video, penyampaian materi, dan permainan mampu meningkatkan pemahaman siswa secara efektif dalam waktu yang relatif singkat.

k2 07 a1 g4

Mahasiswa Kelompok 2 KKNT IDBU25 menyampaikan materi edukasi keamanan pangan kepada siswa kelas 8 SMP Ma’arif Karangawen

Melalui program CERIA, Kelompok Saintek KKNT Tim IDBU25 Universitas Diponegoro berharap siswa kelas 8 SMP Ma’arif Karangawen dapat lebih cermat dalam memilih jajanan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga kasus diare akibat konsumsi pangan yang tidak aman dapat ditekan. Program ini merupakan wujud implementasi Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya SDG’s 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya pencegahan diare dan peningkatan kualitas kesehatan anak usia sekolah, SDG’s 4 (Quality Education) melalui edukasi keamanan pangan yang meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidup siswa, serta SDG’s 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penanaman kebiasaan memilih dan mengonsumsi pangan secara aman dan bertanggung jawab sejak dini.

Penulis: Brennyta Salsabila Prabowo

Asal Kampus: Universitas Diponegoro

Program Studi: Teknologi Pangan