
Jragung, 31 Juli 2026 – Beragam komoditas pangan lokal Desa Jragung mulai dari jagung, pisang, hingga singkong, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPTEK Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 25 Kelompok 1 menghadirkan informasi mengenai potensi pangan lokal Desa Jragung melalui website desa sebagai bagian dari program kerja Multidisiplin 2 dengan tema “Rancang Bangun Platform Digital Berbasis Web Guna Meningkatkan Visibilitas dan Pengembangan Potensi Lokal serta UMKM Pangan Lokal Desa Jragung” yang dilaksanakan di Balai Desa Jragung pada Jumat, 31 Juli 2026.
Program kerja “Digitalisasi Informasi Potensi Pangan Lokal Desa Jragung untuk Mendukung Diversifikasi Produk Pangan” dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan informasi potensi pangan lokal yang terdokumentasi dan mudah diakses melalui ruang digital desa. Informasi yang sebelumnya tersebar, disusun menjadi konten yang lebih terstruktur sehingga masyarakat dapat mengenali karakteristik bahan sekaligus melihat peluang pemanfaatannya. Program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan komoditas, tetapi juga menghubungkan potensi bahan baku dengan kemungkinan pengolahan dan diversifikasi produk pangan.
Dalam penyusunannya, mahasiswa memetakan enam komoditas pangan yang terdapat di Desa Jragung, yaitu jagung pioneer, jagung unyil, pisang, singkong, kacang hijau, dan kacang tanah. Setiap komoditas dikaji berdasarkan karakteristik bahan, pemanfaatan saat ini, penanganan pascapanen dan kondisi penyimpanan, proses pengolahan, serta peluang pengembangan produk.

Tampilan Website Desa Jragung
Pendekatan tersebut memberikan gambaran bahwa satu komoditas dapat memiliki lebih dari satu peluang pemanfaatan. Jagung misalnya, berpotensi diolah menjadi produk seperti tepung dan makanan ringan. Sementara singkong memiliki peluang untuk diolah menjadi mocaf, tape, dan produk pangan lainnya. Selain informasi tiap komoditas, pemetaan potensi komoditas pangan lokal Desa Jragung juga memuat alur pemanfaatan komoditas pangan yang menggambarkan tahapan dari panen hingga produk sampai ke konsumen.
Dari sisi keberlanjutan, program ini turut mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Pengenalan dan diversifikasi pangan lokal memiliki keterkaitan dengan SDG 2: Zero Hunger, khususnya dalam mendukung pemanfaatan sumber pangan yang tersedia secara lokal. Peluang pengembangan komoditas menjadi produk bernilai tambah juga sejalan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, terutama melalui pengembangan aktivitas produktif dan peluang usaha. Sementara itu, penggunaan website desa sebagai ruang digital untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan informasi potensi lokal berkaitan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, yakni pada aspek pemanfaatan teknologi dan inovasi.

Kehadiran informasi pangan lokal dalam website diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai bahan pangan yang tersedia di Desa Jragung, yang nantinya dapat terus dikembangkan dan diperbarui sesuai perkembangan yang ada. Bagi masyarakat maupun pelaku UMKM, informasi tersebut dapat menjadi referensi awal untuk melihat peluang diversifikasi produk dengan mempertimbangkan karakteristik bahan, metode pengolahan, mutu, pengemasan, dan penyimpanan.
Penulis:
Marwa Itsriya
Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro
