Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Isi Piringku Melalui Perlombaan Memasak Berbasis Pangan Lokal di Desa Jragung dalam Mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)

Demak, 25 Juli 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar kegiatan Sosialisasi Edukasi Isi Piringku Melalui Perlombaan Memasak Berbasis Pangan Lokal di Desa Jragung. Kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Jragung, khususnya ibu rumah tangga di wilayah RW 12 dan RW 13, sebagai upaya meningkatkan pemahaman gizi keluarga sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal berbasis jagung secara kreatif.

Dalam kegiatan ini, penulis berperan langsung dalam memberikan penyuluhan gizi mengenai konsep “Isi Piringku” sebagai pengantar sebelum peserta memasuki sesi perlombaan memasak. Penyuluhan disampaikan dengan metode interaktif, di mana ibu-ibu peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan tanya jawab langsung mengenai proporsi karbohidrat, protein, sayur, dan buah yang ideal dalam satu piring makan sehari-hari. Pendekatan ini dipilih agar materi gizi yang sering dianggap teknis dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam menu makan keluarga sehari-hari.

Selain menjadi penyuluh, penulis juga bertanggung jawab dalam menyusun kriteria dan pedoman penilaian lomba memasak yang digunakan oleh dewan juri. Pedoman penilaian disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang yang telah disampaikan dalam sesi penyuluhan, mencakup aspek keberagaman bahan pangan, proporsi gizi pada hidangan, kreativitas pengolahan pangan lokal, cita rasa, penyajian, hingga kebersihan dan sanitasi selama proses memasak. Dengan pedoman ini, penilaian lomba tidak hanya berorientasi pada cita rasa, tetapi juga menjadi sarana penguatan pemahaman gizi seimbang yang telah diberikan sebelumnya.

untitled design 1

Pemaparan materi edukasi “Isi Piringku”

Materi penyuluhan yang telah disampaikan kemudian diterapkan langsung oleh peserta dalam sesi Perlombaan Memasak Berbasis Pangan Lokal. Setiap kelompok memasak menggunakan nasi jagung sebagai bahan pokok, dipadukan dengan lauk, protein, dan sayuran yang diperoleh melalui pengundian, untuk diolah menjadi hidangan bergizi seimbang dalam waktu 60 menit. Antusiasme peserta terlihat dari cara mereka menerapkan proporsi Isi Piringku pada hidangan yang disajikan, mulai dari pemilihan bahan hingga penataan menu di atas piring.

Berdasarkan pedoman penilaian yang telah disusun, dewan juri menilai hasil masakan setiap kelompok dari sisi kesesuaian gizi seimbang, kreativitas pengolahan pangan lokal, cita rasa, penyajian, serta kebersihan selama proses memasak. Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, yang disambut antusias oleh seluruh peserta dari RW 12 dan RW 13.

Melalui kombinasi penyuluhan interaktif dan penyusunan pedoman penilaian berbasis gizi seimbang ini, diharapkan pemahaman masyarakat Desa Jragung mengenai konsep Isi Piringku tidak berhenti sebatas teori, melainkan benar-benar dapat diterapkan dalam pengelolaan menu makan keluarga sehari-hari, dengan tetap memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan desa.

SDGs Terkait:

SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera: meningkatkan pemahaman gizi seimbang keluarga melalui konsep “Isi Piringku”.

Penulis:

Nama Lengkap : Raji Nabil Syahrazzaki

Asal Kampus : Universitas Diponegoro

Program Studi : Kesehatan Masyarakat