
Jragung (Juli 2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPTEK Desa Binaan Universitas Diponegoro IDBU 25 melaksanakan program kerja “Koordinator Perancangan Uji Coba Lapangan Sistem Irigasi Sprinkler” bersama Kelompok Tani Nastiti, Desa Jragung, sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna dalam mendukung sistem irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu yang mencakup tahapan perancangan, persiapan, pemasangan, hingga uji coba lapangan sistem irigasi sprinkler pada lahan pertanian milik Kelompok Tani Nastiti. Program ini bertujuan memberikan alternatif sistem irigasi yang mampu mendistribusikan air secara lebih merata sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman.
Sebagai koordinator kegiatan, mahasiswa bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh proses mulai dari penyusunan desain sistem irigasi, penentuan posisi sprinkler dan jalur perpipaan, koordinasi pemasangan komponen, hingga pelaksanaan uji coba di lapangan. Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lahan, sumber air, serta jangkauan semprotan sprinkler agar distribusi air dapat menjangkau seluruh area tanam secara optimal.


Tahap selanjutnya adalah pemasangan sistem irigasi yang terdiri atas pompa air, jaringan perpipaan, dan sprinkler sebagai media penyemprot air ke lahan pertanian. Setelah seluruh komponen terpasang, dilakukan pengujian terhadap tekanan air, pola semprotan, serta jangkauan sprinkler untuk memastikan sistem bekerja sesuai dengan rancangan. Pengamatan dilakukan secara langsung dengan melihat keseragaman distribusi air pada setiap bagian lahan.

Selama proses pengujian, mahasiswa bersama anggota Kelompok Tani Nastiti melakukan evaluasi terhadap performa sistem, termasuk mengidentifikasi beberapa kendala teknis seperti pengaruh tekanan air terhadap jangkauan semprotan dan penyesuaian arah sprinkler agar distribusi air lebih merata. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan desain sehingga sistem dapat bekerja secara lebih efektif sesuai kebutuhan tanaman.
Berdasarkan hasil uji coba, sistem irigasi sprinkler berhasil beroperasi dengan baik dan mampu mendistribusikan air secara lebih merata dibandingkan metode penyiraman konvensional. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sistem irigasi yang lebih efisien dalam penggunaan air, mengurangi waktu penyiraman, serta membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Melalui program Implementasi dan Uji Coba Lapangan Sistem Irigasi Sprinkler, mahasiswa KKNT IDBU 25 Universitas Diponegoro berharap inovasi yang telah diterapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi sederhana yang bermanfaat bagi petani. Selain meningkatkan efisiensi irigasi, program ini juga mendukung pembangunan sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDGs 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna, serta SDGs 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya air secara lebih efisien dan bertanggung jawab.
