
Jragung (25/7) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro Kelompok 2 melaksanakan program kerja bertajuk “Perancang dan Pengembang Sistem Pembuatan Pupuk Organik Cair (Smart POC)” di SMP Ma’arif Karangawen Desa Jragung sebagai bentuk edukasi mengenai pemanfaatan teknologi sederhana dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah organik. Mahasiswa menjelaskan bahwa sisa sayuran, kulit buah, dan limbah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi tanaman, sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan.
Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan Smart POC, yaitu sistem pembuatan pupuk organik cair yang dilengkapi teknologi monitoring menggunakan ESP32, sensor suhu DS18B20, dan LCD I2C. Sistem ini dirancang untuk memantau suhu fermentasi secara real-time sehingga proses fermentasi dapat berlangsung lebih optimal tanpa harus membuka wadah fermentasi.


Dalam sesi demonstrasi, siswa diperlihatkan secara langsung komponen-komponen Smart POC, mulai dari galon fermentasi, botol perangkap gas, sensor suhu, mikrokontroler ESP32, hingga tampilan LCD yang menunjukkan suhu selama proses fermentasi. Mahasiswa juga menjelaskan prinsip fermentasi anaerob dan pentingnya menjaga kondisi fermentasi agar pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.
Untuk meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, pre-test, dan post-test mengenai konsep Smart POC, manfaat pupuk organik cair, serta pentingnya pengelolaan sampah organik. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara kerja alat, proses fermentasi, hingga penerapan teknologi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Perancang dan Pengembang Sistem Pembuatan Pupuk Organik Cair (Smart POC), mahasiswa KKNT Universitas Diponegoro berharap siswa tidak hanya memahami proses pembuatan pupuk organik cair, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mengenal pemanfaatan teknologi sebagai solusi dalam pengelolaan sampah organik.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian edukasi berbasis teknologi, SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna dengan mendorong pengurangan limbah organik dan peningkatan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.
