Jragung, Demak (1/08/2026) — Mengintegrasikan edukasi pencegahan penyakit dan pelayanan dasar ke dalam kehidupan masyarakat, serangkaian program pengabdian dan sosial kemasyarakatan sukses digelar oleh Kelompok 2 Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Kesmas) KKN Tematik (KKNT) IDBU 25 Universitas Diponegoro di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, sepanjang Juni hingga Juli 2026.
Inisiatif ini dirancang guna membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat secara inklusif. Pelaksanaan program ini secara langsung mendukung ketercapaian agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Sinergi Lintas Sektor untuk Layanan Kesehatan Dasar (SDG 3 & SDG 17)
Rangkaian kegiatan diawali pada 30 Juni 2026 di Dusun Kedung Kelapa, Desa Jragung, tepat di area depan Markas Yonif TP 937/Satria Kalijaga. Dalam aksi sosial ini, para mahasiswa berkolaborasi dengan tim medis Puskesmas Karangawen dan personel Yonif TP 937/Satria Kalijaga untuk membuka posko pemeriksaan kesehatan gratis serta skrining kelayakan pendonor darah bagi warga setempat.
Masyarakat mendapatkan fasilitas pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan umum yang dibantu langsung oleh mahasiswa dan tim medis. Selain menjadi langkah deteksi dini penyakit tidak menular, kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas sektor (SDG 17) dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan mendasar kepada warga (SDG 3).

Dokumentasi saat pemeriksaan tekanan darah saat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis
Pendidikan Kesehatan Sekolah dan Budaya Sanitasi (SDG 4 & SDG 6)
Guna menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja sekaligus memperkuat literasi kesehatan di lingkungan sekolah, para mahasiswa menggelar edukasi interaktif mengenai pencegahan penyakit diare dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SMP Ma’arif Karangawen pada 25 Juli 2026. Para siswa dibimbing secara langsung oleh mahasiswa untuk memperagakan enam langkah cuci tangan yang tepat sesuai standar kesehatan.
Pendekatan edukasi ini mendukung terwujudnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyampaian materi kesehatan yang interaktif dan aplikatif di sekolah. Hasil evaluasi pre-test dan post-test yang disusun mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai sanitasi diri dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan dari 80% menjadi 90%, yang sejalan dengan komitmen akses sanitasi yang layak (SDG 6).

Dokumentasi bersama teman teman dari SMP Ma’arif Karangawen
Pemantauan Tumbuh Kembang Anak di Posyandu (SDG 3)
Tak hanya menyasar kalangan remaja dan dewasa, pendampingan dari mahasiswa juga menyasar kelompok rentan balita melalui kegiatan Posyandu di Desa Jragung. Bersama kader kesehatan setempat, kegiatan pemantauan difokuskan pada pengukuran antropometri meliputi berat dan tinggi badan balita sekaligus pemberian konseling singkat bagi orang tua mengenai nutrisi dan sanitasi rumah tangga.
Melalui kombinasi edukasi sekolah, posko kesehatan, dan pemantauan gizi, rangkaian program pengabdian mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat Desa Jragung yang lebih sadar kesehatan.

Dokumentasi bersama ibu ibu kader posyandu
Penulis
Putri Naira Nashwa
Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro
