
Mahasiswa mengenalkan dan memaparkan mengenai konsep Isi Piringku
Karangawen, Kabupaten Demak (01/08/2026) – Upaya meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya gizi seimbang dan pencegahan anemia terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang menggelar program Sosial Kemasyarakatan bertajuk “Edukator Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia melalui Edukasi Pola Konsumsi Pangan Kaya Zat Besi, Pedoman Isi Piringku, serta Pemilihan Pangan Pendukung Penyerapan Zat Besi” di Pondok Putri SMP Ma’arif Karangawen, Kabupaten Demak.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 di ruangan kelas. Siswa SMP kelas VIII A dan VIII B diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan sejak usia remaja sebagai langkah sederhana untuk mencegah anemia. Remaja putri dipilih sebagai sasaran karena pada masa pertumbuhan mereka membutuhkan asupan zat besi yang cukup agar tetap sehat, aktif, dan mampu menjalani kegiatan belajar dengan optimal.
Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Sebelum materi dimulai, peserta mengerjakan Pre-Test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai anemia. Selanjutnya, mahasiswa KKN-T menyampaikan materi menggunakan media presentasi yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami, dilengkapi diskusi, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab sehingga peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta diajak memahami bahwa anemia bukan hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat menurunkan konsentrasi dan semangat belajar. Mahasiswa menjelaskan bahwa zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan zat besi setiap hari menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan remaja putri.
Materi yang disampaikan juga membahas berbagai sumber makanan kaya zat besi, baik yang berasal dari pangan hewani maupun nabati. Selain itu, peserta diberikan tips sederhana agar penyerapan zat besi dalam tubuh menjadi lebih optimal, misalnya dengan mengonsumsi buah yang kaya vitamin C setelah makan, serta menghindari kebiasaan minum teh atau kopi sesaat setelah makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
Agar lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa juga mengenalkan konsep Pedoman Gizi Seimbang dan Isi Piringku. Melalui contoh menu sederhana, peserta diajak memahami bagaimana menyusun makanan dengan komposisi yang seimbang antara makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah sehingga kebutuhan gizi harian dapat terpenuhi.
Tidak hanya itu, mahasiswa KKN-T turut memperkenalkan beberapa inovasi pangan berbahan lokal yang kaya zat besi, seperti nugget tempe-kelor, biskuit kacang hijau, puding kacang hijau, cookies daun kelor, bolu hati ayam, dan susu jagung fortifikasi. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta untuk memanfaatkan bahan pangan yang mudah dijumpai di sekitar mereka sebagai alternatif makanan bergizi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang aktif bertanya mengenai kebiasaan makan sehari-hari, sumber zat besi, hingga cara memilih makanan yang baik untuk mencegah anemia. Interaksi yang terjalin membuat suasana penyuluhan menjadi lebih hidup sekaligus membantu peserta memahami materi dengan lebih baik. Sebagai penutup, peserta kembali mengerjakan Post–Test untuk melihat sejauh mana materi yang telah dipahami.

Foto Bersama para Santri Kelas VIII A & VIII B
Edukasi mengenai Gizi Seimbang di Pondok Putri SMP Ma’arif Karangawen diikuti oleh 43 siswi. Evaluasi dilakukan menggunakan Pre–Test dan Post–Test yang masing-masing terdiri atas 10 soal. Hasil Pre–Test menunjukkan nilai rata-rata sebesar 92,09%, sedangkan nilai rata-rata Post–Test meningkat menjadi 98,14%, sehingga terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 6,05 poin persentase. Selain itu, jumlah peserta yang mampu menjawab seluruh soal dengan benar meningkat dari 25 siswi (58,1%) pada Pre–Test menjadi 36 siswi (83,7%) pada Post–Test. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai anemia, pentingnya gizi seimbang, serta kebiasaan makan yang mendukung kesehatan remaja putri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro berharap edukasi yang diberikan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membiasakan pola makan bergizi seimbang sejak usia remaja, diharapkan para santri mampu menjaga kesehatan diri, mencegah anemia, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan berprestasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 3 (Good Health and Well-being), dan SDGs 4 (Quality Education).

Poster Gizi Seimbang untuk Mencegah Anemia
Penulis:
Nurvina Pradhitasari
Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro
